Moderator
Super Administrator
       
Posts: 117
Registered: 25-9-2005
Member Is Offline
Mood: No Mood
|
posted on 24-12-2007 at 07:39 |
|
|
[Renungan] FENOMENA IBADAH UNTUK KEKAYAAN
Sejak krisis ekonomi terjadi di Indonesia, banyak orang mulai mengalami hidup dalam
kesesakan. Ada orang yang usahanya menjadi bangkrut, ada yang terlibat hutang, ada yang kehilangan pekerjaan, dll. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa
krisis ekonomi itu telah menjadikan jumlah umat kristiani yang kembali ke gereja berlipat ganda.
Memang adalah sesuatu sikap yang benar apabila ketika kita mengalami persoalan lalu kita
datang beribadah kepada Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, karena pada firman Tuhan terdapat kekuatan dan janji yang pasti. Tapi yang menjadi
fenomena kurang baik adalah bahwa beberapa hamba Tuhan telah memanfaatkan keadaan ini dengan mulai mengadakan ibadah yang menjanjikan atau
memberi pengharapan kepada jemaatnya untuk hidup menjadi kaya. Bahkan akhir-akhir ini kita mungkin semakin sering mendengar promosi di radio-radio
yaitu ibadah yang menjanjikan kepada jemaatnya untuk menjadi milyuner.
Beribadah dengan motivasi mencari berkat materi atau keuntungan jelas adalah penyimpangan
yang fatal!
Firman Tuhan Tidak pernah mengajar manusia untuk beribadah dengan model seperti itu. Bahkan Firman Tuhan berkata mereka yang mengira ibadah
itu adalah suatu sumber keuntungan adalah orang-orang yang Tidak Berpikir Sehat dan Telah Kehilangan
Kebenaran (1 Timotius 6:5). Firman Tuhan juga berkata bahwa orang-orang yang hidupnya selalu kuatir dengan ketersediaan materi adalah
orang-orang yang tidak mengenal ALLAH (Matius 6:31-32). Karena sesungguhnya ibadah adalah untuk menjadikan manusia mengerti kehendak ALLAH dan hidup
dalam kebenaran firman-Nya.
Yesus datang ke bumi ini bukan untuk mengubah orang miskin menjadi kaya tetapi
mengajar manusia untuk hidup sesuai dengan kehendak ALLAH. Ini artinya KETAATAN pada FIRMAN ALLAH. Itulah sebabnya
Tuhan Yesus berfirman "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (Matius 16:26), artinya hidup yang
diberikan ALLAH itu jauh lebih penting dari pada apapun yang ada di dunia ini Karena itu Tuhan Yesus mengajar kepada kita bahwa "Manusia hidup bukan
dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4); Itulah sebabnya di masa pelayanan YESUS di dunia ini, ketika
Iblis menawarkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, agar IA sujud kepada Iblis, hal itu ditolak-Nya dengan tegas! (Matius 4:8-9).
Jadi hati-hatilah! terhadap ajakan-ajakan ibadah yang menjanjikan hidup menjadi kaya sebab bisa saja anda sedang (akan) digiringnya untuk sujud di
kaki Iblis, yaitu menjadikan harta/ kekayaan sebagai tuan dalam hidup anda.
Di dalam kitab suci yang kita beri nama Alkitab, kita pelajari bahwa Iblislah yang
menjanjikan kekayaan kepada pengikutnya (Matius 4:8-9). Tapi Yesus Kristus menjanjikan Keselamatan, Hidup Dalam Damai Sejahtera, Hari Depan Yang Penuh
Harapan. Jadi jangan sampai terkecoh kepada khotbah-khotbah materialistis. Buatlah keputusan untuk hidup dalam ketaatan dan bukannya ibadah
demi untuk mendapatkan berkat materi, sebab ALLAH pasti memberkati lumbung setiap orang yang taat kepada-Nya sekalipun kita tidak memintanya
(Matius 6:33). Salomo menjadi sangat kaya raya melebih kekayaan raja-raja sebelum dia dan sesudah dia, bukan karena ia meminta kekayaan, tapi diberi
oleh ALLAH sebagai Bonus atas ketaatannya (II Tawarikh 1:10-12). Kitab Pengkhotbah 5:18 berkata : "Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan
dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya -- juga itu pun karunia Allah".
Jadi setiap orang bisa mendapatkan kekayaan bila dikaruniai oleh ALLAH dan juga ada kuasa dari ALLAH kepadanya untuk menikmati kekayaannya itu. Karena
tidak semua orang yang menjadi kaya diberi-Nya kuasa untuk menikmati kekayaan itu, artinya kekayaanpun bisa hanya sia-sia karena banyak mengalami
kemalangan (Pengkhotbah 6:2). Maka bila ibadah yang kita lakukan hanya berharap menerima banyak berkat dari ALLAH tapi kita tidak pernah berusaha
hidup sesuai dengan kehendak ALLAH, maka itu hanyalah kesia-siaan, sebab tidak ada satupun ibadah yang dapat memberikan kepada kita
kekayaan yang instan kecuali kita taat pada firman ALLAH. Ingatlah baik-baik akan firman Tuhan ini "Yang ditaburkan di tengah
semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak
berbuah" (Matius 13:22). Pemberitaan firman Tuhan dengan iming-iming kekayaan menjadikan firman Tuhan terhimpit dan tidak menjadi buah yang
ranum, yang berguna dalam kehidupan orang yang mendengarnya.
Hamba-hamba Tuhan harus kembali kepada teladan Yesus Kristus bila ingin melakukan pelayanan
Injil Kristus. Perhatikan bahwa semasa Yesus melayani, IA semata-mata hanya mengajar segala kebenaran firman Tuhan, IA tidak memikirkan untuk
tinggal di tempat yang mewah (memikirkan harta kekayaan) sekalipun IA sebenarnya adalah Raja, dan kemanapun IA melangkah IA menunjukkan belas kasihan
kepada yang sakit, kepada yang menderita, kepada yang lemah, kepada yang tertindas, terikat dan terbelenggu dan ketika IA memulihkan mereka, IA tidak
menggantinya dengan kekayaan atau kemakmuran, tapi keselamatan dan hidup dalam pertobatan. (RYT)
"Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.
Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi." (1 Timotius 6:10b-12)
|
|
|
|